Puisi

Jumat, 31 Oktober 2014



           
CINTA SUCIKU
Disebuah pagi yang indah , aku membuka  mataku dan melihat indahnya  sang mentari . Akan tetapi aku merasakan hal yang berbeda di pagi ini , yampun ....... tidak ada yang membangunkanku!!!!!!!  Sial ....saat aku melihat jam wekerku ternyata jam  06:30, seketika aku langsung beranjak dari  tempat tidurku. Aku yakin akan terlambat masuk ke sekolah , untuk mandi aku membutuhkan waktu 15 menit dan makan kira-kira 5 menit alah.. ku kira gak usah mandi dan makan karena itu membutuhkan waktu  yang lama, aku cukup mencuci muka. Setelah bersiap-siap aku  langsung melesat cepat ke sekolah.
            Jam 07:05 aku sampai di gerbang sekolah, sedikit lagi pak satpam menutup gerbangnya. “eit.... pak tolong dong jangan di tutup dulu” teriak ku, namun pak satpam menghiraukannya dan bilang kalau terlambat 5 menit sudah tidak dapat di ampuni kemudian  pak satpam menutup gerbang kembali dengan rapat. Ku kira hanya aku yang terlambat hari ini,ternyata ketika ku menengok ke belakang . Berdiri seorang cowok keren ,aku sangat malu karena pasti muka ku ancur saat menengok tadi . Dia memegang helmnya dan di sebelahnya ada sebuah motor  ninja berwarna merah. Bego banget aku tak sadar aku langsung berlari karena malu ,itu karena aku gerogi dia adalah kakak kelas ku yang selama ini aku kagumi. Lipatan di keningnya menggambarkan bahwa dia bingung dengan tingkahku.
Masih bingung harus pergi kemana, tak bisa ku bayangkan kalau aku pulang ke rumah, pasti nenek sihir marah besar padaku. Jadi aku putuskan untuk  pergi ke taman kota, di sana aku bisa duduk-duduk dan memakan es cream. Aku memang selalu datang ke taman ini kalau aku sedang punya masalah, setidaknya aku bisa melihat merpati –merpati yang berterbangan di atas kepalaku. Taman ini juga tempat kenanganku bersama mendiang ibuku, karena ibuku sudah tidak ada lagi di dunia ini, dia meninggal  ketika aku masih berumur  8 tahun. Semenjak ibu meninggal aku tinggal bersama ayahku yang sudah mempunyaiistri baru,namun malangnya nasibku ternyata ibu tiriku tidak menyayangiku sepenuhnya, dia baik padaku ketika ayah ada di rumah sedangkan ayah sering sekali pergi ke luar kota untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Tidak sadar ternyata aku tertidur di bangku taman, ketika ku buka mataku aku langsung tersentak . Apa yang terjadi  ? siapa yang duduk di sampingku, saking nyenyaknya tidurku tak sadar ada orang di sampingku. Dan yang paling memalukan adalah aku tertidur di bahunya, ternyata dia adalah kakak kelasku yang kukagumi yaitu ka Randy. Dengan perasan malu aku bertanya padanya kenapa dia berda di sini
“kak...kak...Randy kenapa ada di sini “ penuh rasa malu dan gerogi
“oh.... tadi itu aku bingung mau pergi kemana, jadi ikutin kamu deh” jawabnya dengan santai.
“kalau gitu aku perrgi dulu ya kak......” aku berdiri dari tempat duduku
Akan tetapi tanganku di tarik oleh kak randy, sehingga badanku tersungkur ke tubuhnya. Hatiku langsung berdegup kencang karena kak randy langsung memeluk tubuhku, ini sangat aneh dia terdengar sepirti menangis.
“Sinta.. jangan pergi dulu aku sangat membutuhkan seseorang di sampingku” dia mengucapkan kalimat itu di sertai tangisan dan pelukan yang semakin erat, aku juga tak menyangka ternyata dia tahu namaku. Hanya bisa diam membisu aku tak mengerti apa yang ku rasakan, dia bercerita pada ku tentang masalah yang sedang dia alami. Sangat na’as nasibnya, ternyata pacarnya menghianatinya dia melihat sendiri pacarnya sedang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Pada saat itu entah aku harus senang atau sedih mendengarnya, apakah aku harus senang di atas penderitaannya,itu sangat mustahil karena kebahagiaannya adalah kebahagianku. Sementara dia bercerita dengan nada yang menggambarkan hati yang sedang kelam, aku mendengarkan namun aku tak berani memberinya tanggapan.
            Setelah dia selesai bercerita dia menatapku dan menanyakan mengapa aku tak meresponnya. Namun aku tetap diam,kemudian pelukan itu semakin erat. Entah apa yang kurasakan , kemudian dia melepaskan pelukan itu dan menatapku dengan sangat legam. Apa yang dia lakukan ini sudah cukup membuat darahku seketika bergejolak, perlahan dia dekatkan bibirnya ke bibirku dan dia melumat bibirku dengan lembut. Tamampu berbuat apa-apa ingin rasanya pada saat itu aku pingsan namun itu tidak terjadi. Setelah itu dia menatapku kembali dan memcium ku kembali.
*********

            Sejak kemarin aku masih belum bisa melupakan kejadian tersebut terlebih saat kak randy mengantarku pulang, di depan rumahku dia memeluku kembali. Aku memang suka padanya namun entahlah perasannya padaku bagaimana, apakah aku hanya pelariannya saja. Saat aku sedang melamun di kelas, Nina mengagetkanku “hey....... loe tukang ngelamun” sangat keras.
“apaan sih loe nin ?” tanyaku sambil melotot
“Lo lagi ngelamunin apa sih, dari tadi gue perhatiin loe kayak orang gila senyum-senyum sendiri. Cie lagi jatuh cinta ya...........” sehingga semua temanku yang ada di kelas menatap ku karena ucapan nina tadi.
“ Eh lu ngapain sih bikin gosip gak bener siapa bilang gue lagi jatuh cinta engga kok, enak aja lu “
“aduh sinta loe polos banget sih, gue tahu lagi loe lagi jatuh cinta, ngomong aja lagi sama gue”
Ketika nina terus menghujaniku dengan tuduhan – tuduhan itu, tidak ku sangka kak randy datang ke kelasku dan dia membawa sekuntung bunga. Dia menarik tanganku ke depan kelas dan dia menyatakan cintanya di depan semua teman –temanku, perasaanku seketika melayang, entah ke mana perginya jiwaku sementara jasadku masih disini . Apakah kata-kataku ini berlebihan, aku menerima kak randy jadi pacarku karena aku memang menyukainya sejak dulu.
Hari-hariku bersama kak randy begitu menyenangkan, dia selalu membuatku senang. Dia tak pernah membuatku kecewa, bahkan setiap hari dia menjemput dan mengantarku ke sekolah. Setiap ada masalah dengan ibu tiriku yang sangat kejam, aku selalu bercerita padanya dan dia selalu berhasil membuatku kembali ceria. Hari minggu ini adalah hari bahagiaku dengannya karena tepat 1 bulan aku menjalin hubungan cinta dengannya. Rencana kami , malam miminggu ini kami akan pergi ke suatu tempat yang romantis kata randy. Namun yang jadi masalahnya adalah bagaimana meminta ijin kepada ibu tiriku yang kejam itu. Aku harus memutar otak bagaimana caranya untuk kabur dari nenek sihir itu, akhirnya jalan keluarnya pun muncul. Aku akan meminta ijin kepada ayah untuk pergi bersama randy saja, pasti ayah mengijinkannya.
******
            Aku menunggu randy dengan sangat cemas karena takut, nenek sirih datang dan melarangku. Suara klakson membuatku merasa lega karena randy sudah datang